Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Hukum Karena Mencuri, Ayah Kejam Ikat dan Olesi Tubuh Anak 7 Tahun Dengan Madu Agar Disengat Lebah

3 min read

Bocah tujuh tahun diikat ayahnya di kayu dan tubuhnya diolesi madu agar digigit lebah.

Medan (Media Polmas) – Baru-baru ini publik dihebohkan oleh tindakan kejam seorang ayah.

Di mana sang ayah mengikat anaknya di kayu, kemudian mengoleskan madu di tubuhnya agar disengat lebah.

Si ayah mengeklaim hal yang dilakukannya adalah untuk menghukum anaknya karena sudah mencuri.

Diketahui, seorang anak laki-laki berusia 7 tahun diikat oleh ayah kandungnya.

Ayahnya mengikat kedua tangannya di punggungnya pada sebuah kayu. Tak hanya itu, tubuhnya juga diolesi madu untuk menarik lebah.

Tujuannya agar lebah-lebah itu menyengat anak tersebut sebagai hukuman atas tindakannya.

Foto-foto itu kemudian tersebar dan membuat banyak orang merasa marah dengan cara si ayah menghukum anaknya.

Hal itu dinilai terlalu jahat dan kejam.

Insiden tersebut terjadi di Provinsi Qalyubia, Mesir.

Anak laki-laki dalam foto tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad D, 7 tahun, yang masih bersekolah.

Pada tanggal 25 Mei, seorang tetangga memergoki Muhammad D sedang mencuri dan melaporkannya kepada keluarganya.

Namun, alih-alih membawa anaknya pulang untuk dinasihati, sang ayah yang berusia 34 tahun menghukumnya dengan cara yang sangat kejam.

Dalam sebuah foto yang dilaporkan oleh media lokal, Muhammad D terbaring di lantai dengan tangan terikat di belakang.

Kedua kaki dan tangannya diikat ke kayu dan banyak serangga yang menempel di badannya.

Tidak jelas berapa lama bocah itu ditinggalkan seperti itu oleh ayahnya.

Baru setelah ibu anak tersebut yang berusia 29 tahun kembali ke rumah, dia langsung histeris melihat kondisi putranya.

Wanita itu langsung mencari bantuan dari kelompok perlindungan anak-anak.

Wanita ini juga mengambil foto adegan brutal sebagai bukti terhadap sang ayah.

Pihak berwenang menemukan Muhammad D dalam kondisi yang menyedihkan karena gigitan serangga di tubuhnya.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai status kesehatan Muhammad D.

Menyusul permohonan bantuan sang Ibu, jaksa Provinsi Qalyubia membuka penyelidikan.

Menurut informasi dari saluran TV Al Arabiya, sang ibu saat ini tinggal di desa tetangga.

Dia mengatakan bahwa dirinya terus-menerus dipukuli oleh suaminya dengan kasar.

Kemudian suaminya juga sering menyiksa anak-anaknya, bahkan tanpa memberikan mereka makanan untuk waktu yang lama.

Saat ini, si ayah telah ditahan oleh polisi untuk penyelidikan, tetapi tidak jelas apakah dia akan didakwa secara resmi atau tidak.

Penyelidikan polisi setempat masih berlangsung.

Kasus ini membuat publik Mesir marah karena sang ayah memilih cara yang biadab untuk mendidik atau menghukum anaknya.

Tak Mau Sekolah, Bocah 10 Tahun Diikat di Tiang Listrik di Pinggir

Kejadian ayah mengikat anaknya juga pernah terjadi di Vietnam.

Di mana seorang bocah laki-laki terlihat dirantai di sebuah tiang di pinggir jalan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 pada tanggal 15 April di pinggir jalan di distrik Cao Loc, Provinsi Lang Son.

Banyak orang yang melewati jalan tersebut dan menemukan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun duduk di pinggir jalan dengan rantai besi mengikat lehernya.

Dia diikatkan ke sebuah tiang listrik di pinggir jalan raya.

Orang-orang yang lewat mengambil gambar kejadian tersebut dan mempostingnya di media sosial.

Foto-foto yang beredar tentu saja membuat banyak orang marah dan mengutuk tindakan jahat karena sudah mengikat anak-anak tersebut.

Saat diklarifikasi, kantor polisi setempat mengonfirmasi bahwa Vu Duc, adalah ayah dari anak tersebut.

Ia mengaku merantai anaknya, VHD, yang duduk di kelas 4 di tiang listrik.

Menurut surat kabar, di kantor polisi, Vu Duc mengatakan ia melakukannya karena anaknya malas belajar.

Dia akhirnya marah dan merantai leher anaknya untuk menakut-nakutinya dan memaksanya agar pergi ke sekolah.

Setelah 15 menit mengikat anak itu di tiang listrik, Vu Duc membuka rantai tersebut dan membawa anaknya pulang.

Terkait kejadian tersebut, menurut Koran Tien Phong, polisi juga menahan 1 rantai sepanjang 2 meter yang digunakan untuk mengikat anak tersebut.

Setelah menerima informasi ini, para pemimpin Persatuan Pemuda Provinsi, Dewan Provinsi Lang Son dan Klub Penasihat untuk Anak-anak provinsi mengunjungi anak tersebut.

Mereka mendorong VHD untuk pergi ke sekolah.

Otoritas kompeten mempertimbangkan dan menangani pelanggaran ayahnya atas hak untukm melindungi dan merawat anak-anak. (Trb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?