AFTN Social

Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Komitmen Kapoldasu Berantas Narkoba Harus Didukung Elemen Masyarakat

2 min read
Kapolda Sumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin

Medan (Media Polmas) – Komitmen Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin memberantas Narkoba harus didukung semua elemen masyarakat. Karena dengan sinergi antara masyarakat dan polisi, maka penyelahgunaan Narkoba akan dapat diatasi.

Demikian dikatakan Dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA) Dr Dedi Sahputra, MA Rabu (23/12/2020), menanggapi penangkapan jaringan pengedar sabu Aceh-Medan-Dumai, oleh jajaran Poldasu pada pekan lalu.

“Kinerja penangkapan para pengedar Narkoba khususnya jenis sabu telah dengan baik ditunjukkan jajaran Poldasu. Karena itu semua pihak mesti dapat mendukung apa yang dilakukan Polri ini,” ujar Dr Dedi.

Dia menegaskan, bahwa generasi bangsa akan dirusak oleh kegiatan penyalahgunaan Narkoba yang terjadi massif di berbagai tingkatan. Karena itu harus ada tindakan dan upaya yang massif juga untuk mengatasinya.

“Solusi yang paling tepat adalah dengan memberi dukungan kepada aparat keamanan untuk melakukan tindakan kepada para pengedar Narkoba,” ujar pengurus Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini.

Sebelumnya diberitakan, personel Ditres Narkoba Poldasu menangkap jaringan pengedar sabu Aceh-Medan-Dumai. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan 16 kg sabu dan 11 orang tersangka yang satu di antaranya ditembak mati petugas.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan pengungkapan jaringan ini dilakukan Polda Sumut sejak 6 sampai 15 Desember 2020.

“Dari penindakan yang dilakukan petugas itu, dilakukan penangkapan 11 pelaku, di mana seorang pelaku meninggal dunia,” kata Kapolda saat paparan di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, Kamis (17/12/2020).

Irjen Martuani mengatakan penangkapan jaringan ini dimulai di Jalan Gudang Garam, Desa Pari, Kecamatan Pantai Cermin pada Minggu (6/12/2020) lalu. Ketika itu, petugas menangkap tersangka MR dengan barang bukti 2 kg sabu.

Dari penelusuran yang dilakukan, polisi akhirnya menemukan jaringan pengedar Narkoba antarprovinsi. Irjen Martuani mengungkapkan, para tersangka yang ditangkap diduga merupakan bagian dari jaringan baru peredaran narkotika Aceh-Medan-Dumai.

Untuk mengelabui petugas, beberapa pelaku menyimpan sabu di dalam sepatu. “Sekarang para pelaku menggunakan teknik menyimpan sabu di dalam sepatu. Sabu-sabu disimpan di sepatu yang dipakai. Ada yang seolah-seolah sepatu baru, sabu-sabu ditaruh di dalam dan dimasukkan dalam tas. Kemungkinan modus ini ada beberapa kali lolos, tapi kali ini bisa kami bongkar,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?