AFTN Social

Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Satu Rumah di Samosir Amblas Akibat Longsor, Bocah 9 Tahun Tertimbun

2 min read
Rumah Amblas

Rumah keluarga Sigalingging di Desa Tanjung Bunga, rusak parah akibat longsor.

Samosir (Media Polmas) – Satu rumah milik keluarga Sigalingging di Huta Sigalingging, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, tiba-tiba amblas akibat longsor, mengakibatkan seorang bocah 9 taun tertimbun pada Selasa (22/12/2020) tengah malam.

Musibah longsor ini terjadi saat lima orang penghuni rumah tersebut, tengah tertidur pulas.

Seorang bocah berusia 9 tahun, Timoteus Sigalingging sempat tertimbun material longsor dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Hadrianus Sinaga, Pangururan.

Tetangga korban, Ama Novita Sitanggang mengatakan, kejadian berlangsung pada Selasa (22/12/2020) sekitar pukul 23.00.00 WIB.

Sebelum kejadian, kata Ama Novita, hujan mengguyur Kecamatan Pangururan dan sekitarnya.

“Tiba-tiba terdengar dentuman. Warga langsung keluar dari rumah melihat apa yang terjadi,” sebutnya.

Warga kaget begitu melihat kediaman Sigalingging tertimbun tanah yang longsor.

Warga pun berupaya menyelamatkan keluarga Sigalingging tersebut.

Anggota keluarga korban, Timoteus Sigalingging yang berusia 9 tahun, mengalami patah tulang.

Kata Ama Novita Sitanggang, rumah tersebut dihuni Ernita Silaban (44) dan empat anaknya yang masih di bawah usia 17 tahun.

Sedangkan suami Erika, Josua Sigalingging, sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Saat ini kondisi rumah korban rusak parah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ama Novita Sitanggang sendiri mengaku rumahnya yang hanya berjarak 1 meter dengan rumah Timoteus, tak kena timbunan longsor.

“Hanya satu meter pada posisi rempet, makanya satu malam itu kami berjaga-jaga takut longsor susulan, takut rumah kita ikut korban longsor,” ujarnya.

Sementara itu, Ernita Silaban mengatakan hingga saat ini anaknya masih dirawat di UGD RSUD Hadrianus Sinaga, Pangururan.

Menurut Ernita, anaknya tertimbun tanah hingga seluruh badan hingga mengakibatkan patah tulang.

“Cuma kepala yang nampak,” kata Ernita.

Ernita mengaku, sebelum kejadian sebenarnya dia gelisah karena lebatnya hujan malam itu.

Tak lama setelah ia melihat anak-anaknya sudah terlelap, Ernita pun akhirnya tertidur.

Tak dinyana, bangunan yang ditempati keluarga itu tiba-tiba amblas.

Ernita pun bergegas menyelamatkan anaknya paling bungsu dan meminta tolong kepada warga.

“Timoteus sudah sempat tertimbun reruntuhan bangunan. Untunglah tetangga mendengar jeritanku hingga bisa cepat menyelamatkan anakku ini dan membawanya ke rumah sakit,” kata Ernita.

Informasi terakhir dihimpun media ini, Kapolsek Pangururan AKP B Manurung sudah datang melihat kondisi rumah akibat longsor dan memberi tali kasih kepada keluarga Timoteus.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?