Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Seorang Pria di Asahan Dibunuh Tangan Kaki Terikat Lakban dan Mulut Disumpal Kain

2 min read

Polisi melakukan olah TKP pembunuhan sadis di Kecamatan Air Joman - Asahan

Kisaran (Media Polmas) – Kasus pembunuhan menggemparkan warga Dusun II, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Khairul Anwar alias Pian (53) tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, diduga dibunuh perampok.

Saat ditemukan pada Kamis (10/6/2021) pagi, jenazah Khairul Anwar berada di atas tempat tidur dengan kedua kaki dan tangan terikat lakban, serta mulut disumpal kain.

Menurut Iyem, saksi mata, penemuan jenazah korban berangkat dari kecurigaan masyarakat.

Sekira pukul 06.00 WIB, pintu rumah Khairul Anwar dalam kondisi terbuka lebar.

Biasanya, kalaupun pintu rumah sudah terbuka, pasti korban akan bersiap berangkat ke ladang.

“Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia di dalam kamar,” kata Iyem.

Melihat korban meninggal dunia, warga pun berbondong-bondong ke rumah korban.

“Mulut korban juga disumpal pakai kain,” ujar Iyem.

Di lokasi kejadian, warga masih berkumpul.

Aparat kepolisian dari Polsek Simpang Empat sudah berada di lokasi.

Polisi kini melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menemukan petunjuk kasus pembunuhan Khairul Anwar alias Pian.

Sosok Pendiam

Seorang warga bernama Ayu mengaku Pian adalah sosok orang yang sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

“Semenjak duda dua tahun lalu, dia ini sangat jarang keluar rumah,” ujar Ayu, Kamis(10/6/2021).

Lanjutnya, keseharian Pian biasanya pergi bekerja ke ladang yang tak jauh dari rumahnya.

Pian dikenal sebagai duda tajir karena memiliki banyak ladang.

“Ladangnya banyak, dia keluar paling untuk meladang dan setelah siap meladang balik ke rumah,” katanya.

Ia tidak menyangka kalau korban meninggal dunia dengan cara tragis seperti ini.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut pelaku agar kampungnya merasa aman.

“Ya pak polisi kalau bisa di tangkap pelakunya, agar kami warga sini tidak takut untuk meninggalkan rumah. Kalau udah seperti ini kami juga takut, besok bisa saja rumah kami yang kena,” pungkas Ayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?