Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Catat, Jadwal Penghentian Siaran TV Analog Untuk Wilayah Sumut, Sumbar dan Sumsel

2 min read

Medan (Media Polmas) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghentikan secara bertahap siaran televisi (TV) analog. Penghentian TV analog ini sesuai dengan amanah UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Agar bisa tetap menikmati siaran TV, pengguna TV analog harus migrasi ke TV digital atau memasang set top box DVBT2 (STB). Perangkat STB tersedia di toko elektronik dan marketplace daring dengan kisaran harga Rp 200.000.

Sementara itu, pengguna TV digital (televisi yang sudah memiliki penerimaan siaran digital di perangkatnya) dapat langsung menikmati siaran digital tanpa STB.

Berikut jadwal penghentian siaran TV analog untuk kabupaten atau kota di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sumatera Utara 31 Maret 2022

Kabupaten Karo

Kabupaten Simalungun

Kabupaten Asahan

Kabupaten Batu Bara

Kota Pematangsiantar

Kota Tanjung Balai

Kabupaten Dairi

Kabupaten Pakpak Bharat

17 Agustus 2022

Kabupaten Langkat

Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Serdang Bedagai

Kota Medan

Kota Binjai

Kota Tebing Tinggi

Sumatera Barat 31 Maret 2022

Kabupaten Solok

Kabupaten Sijunjung

Kabupaten Tanah Datar

Kabupaten Padang Pariaman

Kabupaten Agam

Kota Padang

Kota Solok

Kota Sawahlunto

Kota Padang Panjang

Kota Bukittinggi

Kota Pariaman

17 Agustus 2022

Kabupaten Lima Puluh Kota

Kota Payakumbuh

Kabupaten Pesisir Selatan

Sumatera Selatan 31 Maret 2022

Kabupaten Ogan Komering Ilir

Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Ogan Ilir

Kota Palembang

17 Agustus 2022

Kabupaten Musi Banyuasin

Kabupaten Musi Rawas

Kabupaten Empat Lawang

Kabupaten Musi Rawas Utara

Kota Lubuk Linggau

Kabupaten Muara Enim

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

Kota Prabumulih

Kabupaten Lahat

Kota Pagar Alam

Kabupaten Ogan Komering Ulu

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Migrasi dari TV analog ke TV digital merupakan tren di dunia sejak 2007, seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet.

Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia mengatakan, latar belakang penghentian siaran TV analog ini terkait dengan efisiensi.

Pasalnya, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk TV analog menurutnya berada pada pita 700 MHz atau pita yang juga untuk layanan internet.

Oleh karena itu, di seluruh dunia melakukan penghematan penggunaan pita 700 MHz dengan pemanfaatan TV digital yang lebih efisien.

Ia menuturkan, baik TV analog maupun TV digital dapat diterima dengan antena terestrial. Perbedaan salah satunya adalah sinyal yang dipancarkan, yaitu berupa sinyal analog dan sinyal digital.

“Ketika sudah diterima pada perangkat TV, maka TV digital terlihat signifikan perbedaan kualitas gambar dan suaranya lebih jernih dan tidak berbintik seperti di TV analog,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?