Media Polmas Poldasu

Transparan, anti kkn dan anti kekerasan

Tolak Negosiasi Pengusaha, Wali Kota Medan Tetap Robohkan Bangunan di Atas Drainase Jalan Sampali

2 min read

Wali Kota Medan beri keterangan kepada pers.

Medan (Media Polmas) – Keseriusan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengatasi banjir di Kota Medan bukan setengah-setengah. Normalisasi drainase saat ini jor-joran dilakukan. Apapun yang menghadang akan disikat menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini.

Seperti bangunan yang berada di atas parit sulang saling di Jalan Sampali Lingkungan 5, Kelurahan Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area, persisnya di depan Boutique Inn dan Kuphie. Bangunan di atas drainse itu langsung dibongkar atas perintah Bobby.

Pembongkaran dilakukan usai suami Kahiyang Ayu tersebut meninjau langsung ke lokasi, Sabtu (12/6/2021). Pembangunan lahan di atas drainase yang diperuntukan sebagai lahan parkir bagi pengunjung tempat usaha Boutique Inn dan Kuphie, jelas melanggar aturan dan tidak diizinkan.

Sampai di lokasi, Bobby langsung meminta para pekerja untuk segera memberhentikan pekerjaannya. Ketika ditanya, seorang pekerja mengatakan mereka ditugaskan oleh pemilik usaha Boutique Inn dan Kuphie.

Mendengar hal tersebut, Bobby berjalan dan menyeberang menuju tempat usaha yang berada tepat di depan lahan yang berukuran sekitar 30 kali 10 meter tersebut.

Kedatangan Wali Kota Medan sontak membuat para pekerja terkejut. Bobby menanyakan keberadaan pemilik usaha yang saat itu sedang tidak ada di tempat.

Bobby kemudian minta pekerja untuk menelepon pemilik usaha yang diketahui bernama Alex tersebut. Saat terhubung melalui sambungan telepon, Wali Kota langsung bertanya kenapa membangun lahan di atas drainase.

“Pak Alex, kenapa membangun lahan di atas drainase? Ini menyalahi aturan. Tidak dibenarkan membangun lahan menutup saluran drainase, apalagi tujuannya untuk lokasi parkir. Hari ini juga harus dibongkar. Jika tidak segera dibongkar, maka akan kita tindak tegas,” kata Bobby.

Pemilik Usaha Berupaya Negosiasi

Meski secara tegas telah diminta untuk dibongkar, namun pemilik usaha terus berupaya bernegoisasi dengan Wali Kota dan berdalih tujuannya untuk membuat lahan parkir tersebut agar tidak menyebabkan kemacetan jika pengunjung datang. Secara tegas Bobby mengatakan tidak diperkenankan untuk membangun apapun di atas drainas.

“Kalau bapak mau lanjutkan pembangunan, silahkan. Tapi, usaha bapak kita tutup dulu sementara,” tegasnya.

Namun, pemilik usaha masih mencoba merayu dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, dan mengaku akan minta izin kepada lurah.

“Untuk apa bapak minta izin, karena memang tidak diizinkan. Sekali lagi saya katakan, tidak diizinkan. Segera bongkar dan akan kita awasi melalui perangkat wilayah,” terangnya.

Usai itu, Bobby kembali lagi menuju lokasi lahan tersebut dan berdialog dengan Lurah Pandau Hulu II, Zulfikar, serta Kepala Lingkungan (Kepling) 5 Zulkifli. Wali Kota Medan pun tampak kesal.

“Kenapa pembangunan ini terus berlanjut, pak? Harusnya bisa diawasi jangan sampai seperti ini. Bapak kan tahu bahwa salah satu fokus tugas kita adalah pengendalian banjir melalui normalisasi, pembenahan dan perawatan drainase. Jika tertutup begini, gimana bisa kita menjalankan program dengan baik,” tegasnya.

Minta Dibongkar

Bobby pun minta agar lahan parkir tersebut segera dibongkar. Selain itu, pastikan seluruh material hasil pembongkaran diangkat dan tidak dibiarkan. Jika jatuh ke dalam parit, maka juga harus dibersihkan.

Seusai disidak Wali Kota, pekerja pun langsung mulai menghancurkan tembok bangunan dan dapat beberapa hari ke depan seluruhnya telah selesai dibongkar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Butuh Bantuan?
Apa Yang Bisa Kami Bantu?